Hernida, Hernida (2014) DIAGNOSIS PENYAKIT ALZEIMER POST MORTEM MELALUI CT SCAN DITINJAU DARI KEDOKTERAN DAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
Preview |
Text
COVER.pdf Download (25kB) | Preview |
Preview |
Text
ABSTRAK.pdf Download (148kB) | Preview |
Preview |
Text
BAB I.pdf Download (163kB) | Preview |
Preview |
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (213kB) | Preview |
Preview |
Text
BAB II.pdf Download (182kB) | Preview |
Preview |
Text
BAB III.pdf Download (490kB) | Preview |
Preview |
Text
BAB IV.pdf Download (153kB) | Preview |
Preview |
Text
BAB V.pdf Download (157kB) | Preview |
Abstract
Alzheimer adalah bentuk paling umum dari demensia, istilah umum yang menggambarkan kehilangan memori atau gangguan mental lainnya yang cukup serius yang dapat mengganggu kehidupan sehari�hari. Pada alzeimer dimulai dengan penurunan kemampuan otak seperti pemikiran, daya ingat, dan penggunaan bahasa. Tujuan umum dan khusus dari skripsi ini membahas tentang diagnosis penyakit Alzheimer post mortem melalui ct scan ditinjau dari kedokteran dan Islam. Penyakit alzheimer ini sampai sekarang belum ditemukan obat yang tepat untuk menyembuhkannya. Alzeimer disebabkan adanya kerusakan sebagian dari sel saraf pusat dan kurangnya produksi zat kimia yang diperlukan untuk mengirimkan sinyal (neurotransmitters). Penyakit ini secara epidemiologi terbagi 2 kelompok yaitu kelompok yang menderita pada usia kurang 58 tahun dan usia lebih dari 58 tahun (96%). Ct scan dalam konteks yang dapat melengkapi diseksi berbasis dengan otopsi visual untuk memberikan gambar yang jelas bagian-bagian tubuh untuk mengungkapkan lebih jelas pada patah tulang di daerah anatomis yang berbeda terutama ketika trauma atau penyiksaan fisik adalah penyebab dugaan kematian. Prinsip awal yang penting pada ct scan post mortem yang berupa pencitraan amiloid dalam konteks alzheimer adalah bahwa PET amiloid dimaksudkan untuk pemeriksaan awal terutama sebagai pengganti in vivo untuk patologi amiloid β sebagai pengganti untuk diagnosis klinis. Islam memperbolehkan pemeriksaan ct scan post mortem karena diagnosis penyakit alzeimer post mortem melalui ct scan memberikan manfaat dalam penemuan metode otopsi maya / virtual jika dibandingkan dengan metode otopsi mayat post mortem yang ada dengan memberikan gambaran bahwa otopsi bukan lagi satu-satunya prosedur yang dapat digunakan untuk mencari penyebab kematian, mempelajari penyakit atau tujuan pembelajaran. Kedokteran dan Islam sepakat bahwa diagnosis penyakit alzeimer post mortem melalui ct scan merupakan bentuk tindakan medis yang diperbolehkan karena hal tersebut merupakan suatu bentuk metode perkembangan teknologi di bidang otopsi yang bermanfaat bagi manusia dalam mencari suatu penyebab kematian dan sesuai dengan ajaran Islam yang bertujuan mencari suatu kebenaran.
Item Type: | Thesis (Diploma) |
---|---|
Additional Information: | S-4368-FK |
Uncontrolled Keywords: | Alzheimer, Ct scan, post mortem |
Subjects: | L Education > L Education (General) Q Science > Q Science (General) R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RC Internal medicine > RC0321 Neuroscience. Biological psychiatry. Neuropsychiatry |
Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
Date Deposited: | 09 Feb 2021 02:23 |
Last Modified: | 06 Feb 2025 06:53 |
URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/3634 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |