Naralia, Ade Dewi (2014) PEMERIKSAAN UKURAN ORGAN POSTMORTEM DENGAN MENGGUNAKAN MAGNETIC RESONANCE IMAGING (MRI) DITINJAU DARI SEGI KEDOKTERAN DAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
Preview |
Text
01 COVER.pdf Download (120kB) | Preview |
Preview |
Text
02 ABSTRAK.pdf Download (155kB) | Preview |
Preview |
Text
06 BAB I.pdf Download (220kB) | Preview |
Preview |
Text
11 DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (155kB) | Preview |
|
Text
07 BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (796kB) |
|
|
Text
08 BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (405kB) |
|
|
Text
09 BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (168kB) |
|
|
Text
10 BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (162kB) |
Abstract
Pemeriksaan Ukuran Organ Postmortem dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI) yang biasa dikenal otopsi visual menggunakan computer sebagai alat diagnostik, berbeda dengan otopsi konvensional, otopsi virtual tidak memerlukan diseksi jaringan tubuh melainkan menggunakan alat-alat diagnostik canggih untuk melihat kelainan. Tujuan otopsi virtual ini adalah untuk membandingkan ukuran organ dari pemeriksaan eksternal tubuh dengan hasil temuan radiologi. Tujuan umum untuk mengetahui peranan pemeriksaan ukuran organ postmortem dengan menggunakan MRI ditinjau dari kedokteran dan Islam. Tujuan khusus untuk mengetahui manfaat dan cara pemeriksaan ukuran organ postmortem dengan menggunakan MRI serta pandangannya menurut Islam. Pemeriksaan Ukuran Organ secara Otopsi yang biasa dilakukan oleh para dokter forensik dengan teknik pemotongan jaringan tubuh. Dalam hal ini pemeriksaan organ postmortem secara konveksional masih menimbulkan penolakan di pihak keluarga dan para ulama. Adapun kepercayaan tentang tubuh mayat yang akan disalahgunakan dalam pemeriksaan postmortem merupakan alasan dari penolakan tersebut. Menurut Agama Islam penggunaan magnetic resonance imaging (MRI) dalam pemeriksaan ukuran organ postmortem tidak dijelaskan secara khusus, namun diperbolehkan, karena hal tersebut merupakan suatu perkembangan teknologi yang bermanfaat bagi umat manusia dan merupakan bukti kekuasaan Allah SWT. Agama Islam sangat mendukung perkembangan ilmu pengetahuan khususnya pemeriksaan forensik seperti pencarian bukti kematian seseorang, karena menurut Islam pemeriksaan ini berguna untuk kemaslahatan umat dalam menegakkan kebenaran dan keadilan berdasarkan alat bukti yang sah. Kesimpulan pemeriksaan ini bermanfaat dalam keefisiensian waktu serta dapat mengurangi penularan penyakit infeksi secara langsung dari mayat karena dalam pemeriksaan ini menggunakan teknik pencitraan tanpa memelukan diseksi yang dapat merusak jasad mayat dan sesuai ajaran Islam. Saran agar umat Islam dapat memperlakukan dan menghormati jasad sesuai dengan syariat Islam serta dapat menambah pengetahuan tentang perkembangan teknik otopsi virtual tanpa adanya pemotongan jasad mayat.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-4350-FK |
| Uncontrolled Keywords: | Postmortem, anatomi, Magnetic Resonance Imaging (MRI), otopsi. |
| Subjects: | L Education > L Education (General) Q Science > QM Human anatomy R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1001 Forensic Medicine. Medical jurisprudence. Legal medicine |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 09 Feb 2021 02:23 |
| Last Modified: | 05 Aug 2025 08:20 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/3617 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
