Amorose S, Nonya (2026) GAMBARAN PERMASALAHAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN PENANGANANNYA PADA WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN DI LAPAS PONDOK BAMBU KELAS IIA DAN TINJAUANNYA MENURUT PANDANGAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
1. COVER.pdf Download (73kB) |
|
|
Text
2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (72kB) |
|
|
Text
3. SURAT PERNYATAAN.pdf Download (61kB) |
|
|
Text
4. ABSTRAK-ABSTRACT.pdf Download (164kB) |
|
|
Text
7. BAB 1.pdf Download (153kB) |
|
|
Text
13. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (146kB) |
|
|
Text
8. BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (356kB) |
|
|
Text
9. BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
10. BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (314kB) |
|
|
Text
11. BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (188kB) |
|
|
Text
12. BAB 6.pdf Restricted to Registered users only Download (137kB) |
|
|
Text
15. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Latar Belakang: Kesehatan reproduksi merupakan bagian integral hak asasi manusia. Kondisi lingkungan lapas yang padat, penuh keterbatasan, serta tingginyatekanan psikologis berpotensi meningkatkan kerentanan masalah kesehatanreproduksi. Kerentanan ini diperparah oleh terbatasanya akses layanandanpenanganan kesehatan di dalam lapas. Perspektif Islam memandang pemeliharaankesehatan reproduksi memiliki nilai penting dalam menjaga jiwa dan keturunan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai permasalahan kesehatan reproduksi, penanganannya, serta tinjauannya menurut pandangan Islam pada WBP di Lapas Pondok Bambu Kelas IIA. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan survei deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh WBPdi Lapas Kelas IIA Pondok Bambu sebanyak 400 orang, dengan jumlah sampel 80responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkanmenggunakan kuesioner terstruktur yang mengukur tingkat pengetahuan HIV/AIDSdan IMS, kejadian gangguan menstruasi, riwayat keputihan, serta penanganankesehatan reproduksi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square pada SPSS versi 29. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas WBP memiliki tingkat pengetahuan HIV/AIDS dan IMS dalam ketegori cukup (61,3%). Sementaragangguan menstruasi dialami oleh (75,0%) responden dan riwayat keputihandilaporkan oleh (3,8%) responden. Terkait penanganan kesehatan reproduksi, sebagian besar WBP perempuan berada pada kategori cukup (53,8%), diikuti kategori baik (36,3%), dan kurang (10,0%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan HIV/AIDS dan IMSdenganpenanganan kesehatan reproduksi (p = 0,562), tidak terdapat hubungan antaragangguan menstruasi dengan penanganan kesehatan reproduksi (p = 0,459), sertatidak terdapat hubungan antara riwayat keputihan dengan penanganan kesehatanreproduksi (p = 0,509). Kesimpulan: Permasalahan kesehatan reproduksi pada WBP perempuan di LapasPondok Bambu Kelas IIA masih didominasi oleh gangguan menstruasi dengantingkat penanganan yang umumnya berada pada kategori cukup. Ditinjaudari perspektif Islam, upaya penanganan kesehatan reproduksi merupakan bagiandari kewajiban menjaga jiwa dan menjaga keturunan sehingga penguatan layanankesehatan reproduksi di lapas memiliki nilai medis sekaligus nilai spiritual.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-7975-FK |
| Uncontrolled Keywords: | Kesehatan Reproduksi, Warga Binaan Pemasyarakatan Perempuan, Penanganan Kesehatan, Gangguan Menstruasi |
| Subjects: | H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 09 Oct 2026 04:52 |
| Last Modified: | 09 Oct 2026 04:52 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/15819 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
