Fadhilah, Agfy Laila (2026) PENGARUH EKSTRAK KAYU BAJAKAH (Spatholobus littoralis Hassk) TERHADAP PRODUK GLIKASI CARBOXYMETHYLLYSINE (CML) PADA TIKUS (Rattus norvegicus) DAN TINJAUANNYA MENURUT PANDANGAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
01 COVER.pdf Download (220kB) |
|
|
Text
02 HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (479kB) |
|
|
Text
03 SURAT PERNYATAAN.pdf Download (221kB) |
|
|
Text
05 ABSTRAK-ABSTRACT.pdf Download (256kB) |
|
|
Text
08 BAB I.pdf Download (290kB) |
|
|
Text
14 DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (237kB) |
|
|
Text
09 BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
10 BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (376kB) |
|
|
Text
11 BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (310kB) |
|
|
Text
12 BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (343kB) |
|
|
Text
13 BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (245kB) |
|
|
Text
16 LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Penuaan kulit merupakan proses biologis kompleks yang dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik, salah satunya melalui mekanisme glikasi yang menghasilkan Advanced Glycation End-products (AGEs). Carboxymethyllysine (CML) merupakan salah satu AGE utama yang berperan sebagai indikator glikasi kolagen dan berkontribusi terhadap penuaan kulit melalui peningkatan stres oksidatif dan inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ekstrak kayu bajakah (Spatholobus littoralis Hassk) terhadap kadar CML pada tikus (Rattus norvegicus) serta meninjau pemanfaatannya menurut pandangan Islam. Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan hewan coba tikus putih jantan galur Sprague-Dawley yang dibagi ke dalam beberapa kelompok perlakuan. Tikus diinduksi D-galaktosa untuk meningkatkan proses glikasi, kemudian diberikan ekstrak kayu bajakah dengan dosis tertentu, serta vitamin C sebagai kontrol positif. Kadar CML diukur menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Data dianalisis secara statistik menggunakan uji One-Way ANOVA dan uji lanjut LSD. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kayu bajakah belum menunjukkan penurunan kadar CML yang signifikan secara statistik. Penurunan kadar CML ini secara teoritis dapat dikaitkan dengan kandungan senyawa bioaktif kayu bajakah, terutama flavonoid dan senyawa fenolik, yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiglikasi sehingga mampu menekan pembentukan AGE dan stres oksidatif. Dari perspektif Islam, kayu bajakah termasuk bahan yang halal secara zat (halal li dzatih), dan penggunaan hewan coba dalam penelitian dibolehkan selama bertujuan untuk kemaslahatan serta memenuhi prinsip etika dan tidak menimbulkan mudarat. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kayu bajakah berpotensi menghambat proses glikasi CML dan berperan dalam pencegahan penuaan kulit. Selain memiliki dasar ilmiah, pemanfaatan kayu bajakah juga sejalan dengan prinsip kehalalan dan kemaslahatan dalam Islam, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan alami anti-penuaan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-7965-FK |
| Uncontrolled Keywords: | Kayu Bajakah, Carboxymethyllysine (CML), Glikasi, Penuaan Kulit, Perspektif Islam |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc Q Science > QL Zoology R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RZ Other systems of medicine |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 12 Aug 2026 07:45 |
| Last Modified: | 12 Aug 2026 07:45 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/15547 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
