Arifin, Alyaa Shabrina (2026) IDENTIFIKASI BAKTERI Vibrio Cholerae DAN Vibrio Parahaemolyticus PADA KERANG HIJAU PENJUAL MAKANAN SEAFOOD DI WARUNG TENDA PINGGIR JALAN DI WILAYAH KEMAYORAN DAN TINJAUANNYA MENURUT PANDANGAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
01. COVER.pdf Download (214kB) |
|
|
Text
02. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (32MB) |
|
|
Text
03. SURAT PERNYATAAN.pdf Download (31MB) |
|
|
Text
04. ABSTRAK.pdf Download (223kB) |
|
|
Text
11. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (327kB) |
|
|
Text
17. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (245kB) |
|
|
Text
12. BAB II TINJAUAN PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (347kB) |
|
|
Text
13. BAB III METODE PENELITIAN.pdf Restricted to Registered users only Download (348kB) |
|
|
Text
14. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Registered users only Download (429kB) |
|
|
Text
15. BAB V IDENTIFIKASI BAKTERI Vibrio Cholerae DAN Vibrio Parahaemolyticus PADA KERANG HIJAU PENJ.pdf Restricted to Registered users only Download (353kB) |
|
|
Text
16. BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN.pdf Restricted to Registered users only Download (241kB) |
|
|
Text
19. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Kerang hijau (Perna viridis) merupakan bahan pangan laut yang banyak dikonsumsi masyarakat, namun sifatnya sebagai filter feeder berpotensi menyebabkan akumulasi bakteri patogen, termasuk Vibrio cholerae dan Vibrio parahaemolyticus yang dapat menimbulkan foodborne diseases. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan kedua bakteri tersebut pada kerang hijau yang dijual di warung tenda pinggir jalan wilayah Kemayoran serta meninjaunya dari perspektif kesehatan dan pandangan Islam. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan enam sampel kerang hijau mentah dan matang yang diuji menggunakan metode Total Plate Count (TPC), isolasi pada media ADP dan TCBS, pewarnaan Gram, serta uji biokimia. Hasil penelitian menunjukkan sampel mentah memiliki jumlah koloni bakteri melebihi batas aman BPOM, sedangkan sampel matang menunjukkan penurunan signifikan dan berada dalam batas aman konsumsi. Secara morfologi ditemukan karakter yang mengarah pada Vibrio sp., namun hasil uji biokimia menunjukkan seluruh isolat tidak sesuai dengan profil Vibrio cholerae maupun Vibrio parahaemolyticus sehingga dinyatakan negatif. Dari perspektif Islam, kerang hijau halal secara zat, namun aspek thayyib harus dipenuhi melalui pengolahan higienis untuk menghindari risiko kesehatan. Dengan demikian, pemrosesan yang tepat diperlukan agar konsumsi kerang hijau tetap aman dan sesuai prinsip halalan thayyiban.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-7940FK |
| Uncontrolled Keywords: | Kerang hijau (Perna viridis) merupakan bahan pangan laut yang banyak dikonsumsi masyarakat, namun sifatnya sebagai filter feeder berpotensi menyebabkan akumulasi bakteri patogen, termasuk Vibrio cholerae dan Vibrio parahaemolyticus yang dapat menimbulkan foodborne diseases. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan kedua bakteri tersebut pada kerang hijau yang dijual di warung tenda pinggir jalan wilayah Kemayoran serta meninjaunya dari perspektif kesehatan dan pandangan Islam. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan enam sampel kerang hijau mentah dan matang yang diuji menggunakan metode Total Plate Count (TPC), isolasi pada media ADP dan TCBS, pewarnaan Gram, serta uji biokimia. Hasil penelitian menunjukkan sampel mentah memiliki jumlah koloni bakteri melebihi batas aman BPOM, sedangkan sampel matang menunjukkan penurunan signifikan dan berada dalam batas aman konsumsi. Secara morfologi ditemukan karakter yang mengarah pada Vibrio sp., namun hasil uji biokimia menunjukkan seluruh isolat tidak sesuai dengan profil Vibrio cholerae maupun Vibrio parahaemolyticus sehingga dinyatakan negatif. Dari perspektif Islam, kerang hijau halal secara zat, namun aspek thayyib harus dipenuhi melalui pengolahan higienis untuk menghindari risiko kesehatan. Dengan demikian, pemrosesan yang tepat diperlukan agar konsumsi kerang hijau tetap aman dan sesuai prinsip halalan thayyiban. |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc Q Science > QL Zoology Q Science > QR Microbiology > QR180 Immunology R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 08:47 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 08:49 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/15521 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
