Candra, Nirina Najeline (2026) GAMBARAN KESEHATAN MENTAL DAN PENANGANANNYA BAGI WARGA BINAAN PERMASYARAKATAN (WBP) DI LAPAS PEREMPUAN KELAS II A DI PONDOK BAMBU SERTA TINJAUANNYA MENURUT PANDANGAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
1. HALAMAN JUDUL.pdf Download (102kB) |
|
|
Text
2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (292kB) |
|
|
Text
3. SURAT PERNYATAAN.pdf Download (259kB) |
|
|
Text
4. ABSTRAK-ABSTRACT.pdf Download (148kB) |
|
|
Text
7. BAB 1.pdf Download (241kB) |
|
|
Text
13. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (234kB) |
|
|
Text
8. BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (370kB) |
|
|
Text
9. BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (352kB) |
|
|
Text
10. BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (426kB) |
|
|
Text
11. BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (283kB) |
|
|
Text
12. BAB 6.pdf Restricted to Registered users only Download (258kB) |
|
|
Text
15. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (738kB) |
Abstract
Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam kesejahteraan individu, termasuk bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) perempuan yang menjalani masa pidana di lembaga pemasyarakatan. Lingkungan lapas yang ditandai dengan pembatasan kebebasan, tekanan psikososial, keterpisahan dari keluarga, serta riwayat pengalaman traumatis menjadikan WBP perempuan sebagai kelompok yang rentan mengalami gangguan kesehatan mental. Oleh karena itu, diperlukan gambaran yang komprehensif mengenai kondisi kesehatan mental dan bentuk penanganan kesehatan mental yang dilakukan oleh WBP perempuan di Lapas Perempuan Kelas II A Pondok Bambu. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh WBP perempuan di Lapas Perempuan Kelas II A Pondok Bambu sebanyak 400 orang. Sampel berjumlah 80 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur meliputi DASS-21, Insomnia Severity Index (ISI), Self-Harm Inventory (SHI), Prison Adjustment Questionnaire (PAQ), Prison Victimization Survey, Prison Climate Questionnaire, serta Coping Orientation to Problems Experienced (COPE). Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan SPSS versi 29. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas WBP perempuan berada pada kategori kecemasan normal (65%) dan depresi normal (66,3%). Namun demikian, gangguan tidur merupakan masalah yang dominan, dengan 53,8% responden mengalami insomnia sedang. Perilaku menyakiti diri ditemukan pada 75% responden. Sebagian besar responden mengalami kesulitan beradaptasi sedang (83,8%) dan tekanan lingkungan sedang (61,3%), sementara pengalaman kekerasan dilaporkan oleh 13,8% responden. Dalam hal penanganan kesehatan mental, mayoritas WBP perempuan memiliki tingkat coping adaptif tinggi (61,3%), coping maladaptif rendah (72,5%), dan coping netral pada tingkat sedang (75%). Kesimpulan: Kondisi kesehatan mental WBP perempuan di Lapas Perempuan Kelas II A Pondok Bambu secara umum berada pada kategori relatif stabil untuk kecemasan dan depresi, namun disertai masalah gangguan tidur dan tingginya prevalensi perilaku menyakiti diri. Meskipun demikian, sebagian besar WBP perempuan telah menggunakan strategi coping adaptif dalam menghadapi permasalahan psikologis selama menjalani masa pidana. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan penanganan kesehatan mental yang berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-7942-FK |
| Uncontrolled Keywords: | Kesehatan Mental, Warga Binaan Pemasyarakatan Perempuan, Coping, Gangguan Tidur, Lapas Perempuan |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc R Medicine > R Medicine (General) |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 08:23 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 08:23 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/15519 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
