Fahsha, Almira (2026) HUBUNGAN HASIL SKOR PEDIATRIC SYMPTOM CHECKLIST (PSC)-17 DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA DAN TINJAUANNYA MENURUT PANDANGAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
01. COVER.pdf Download (424kB) |
|
|
Text
02. LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (374kB) |
|
|
Text
03. SURAT PERNYATAAN.pdf Download (333kB) |
|
|
Text
05. ABSTRAK.pdf Download (618kB) |
|
|
Text
08. BAB I.pdf Download (705kB) |
|
|
Text
14. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (501kB) |
|
|
Text
09. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (834kB) |
|
|
Text
10. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (854kB) |
|
|
Text
11. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (570kB) |
|
|
Text
12. BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (766kB) |
|
|
Text
13. BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (513kB) |
|
|
Text
16. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai oleh perubahan fisiologis, emosional, dan kognitif yang cepat sehingga rentan terhadap gangguan psikososial. Gangguan psikososial dapat memengaruhi perilaku makan dan aktivitas fisik yang berdampak pada status gizi. Pediatric symptom checklist (PSC)-17 merupakan alat skrining untuk mendeteksi gangguan psikososial pada remaja, namun penelitian yang mengkaji hubungannya dengan status gizi masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara hasil skor PSC-17 dengan status gizi pada remaja serta meninjaunya menurut pandangan Islam. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain crosssectional. Subjek penelitian adalah 95 siswa kelas 8 SMP Islam Al Azhar 2 Pejaten. Gangguan psikososial diukur menggunakan kuesioner PSC-17, sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh/Usia (IMT/U). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Mann-Whitney U dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 31 SP (32.6%) mengalami gangguan psikososial berdasarkan PSC-17. Ditemukan bahwa beberapa SP normal memiliki skor tinggi pada subskala tertentu, hasil paling tinggi adalah subskala internalisasi, diikuti subskala perhatian, lalu subskala eksternalisasi. Status gizi responden sebagian besar berada pada kategori normal dan overweight-obesitas. Hasil uji Mann-Whitney U menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara hasil skor PSC-17 dengan status gizi pada remaja (p-value= 0.430). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hasil skor PSC-17 dengan status gizi pada remaja. Meskipun demikian, tingginya proporsi gangguan psikososial pada remaja menunjukkan pentingnya deteksi dini dan pendekatan promotif-preventif kesehatan mental yang seimbang dengan kesehatan fisik, sebagaimana ditekankan dalam pandangan Islam.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-7928-FK |
| Uncontrolled Keywords: | Pediatric symptom checklist (PSC)-17, gangguan psikososial, status gizi. |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RJ Pediatrics |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 04:17 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 04:17 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/15510 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
