Rahmawati, Jihan (2025) HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN TINGKAT KESAKITAN WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN (WBP) DI LAPAS PEREMPUAN KELAS II PONDOK BAMBU JAKARTA TIMUR DAN TINJAUAN NYA MENURUT PANDANGAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
01. COVER.pdf Download (92kB) |
|
|
Text
02. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (199kB) |
|
|
Text
03. SURAT PERNYATAAN.pdf Download (167kB) |
|
|
Text
04. ABSTRAK.pdf Download (89kB) |
|
|
Text
10. BAB I.pdf Download (148kB) |
|
|
Text
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (146kB) |
|
|
Text
11. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (276kB) |
|
|
Text
12. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (139kB) |
|
|
Text
13. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (203kB) |
|
|
Text
14. BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (177kB) |
|
|
Text
15. BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (93kB) |
|
|
Text
18. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (740kB) |
Abstract
Tingkat kesakitan (morbiditas) merupakan indikator penting dalam menilai derajat kesehatan suatu kelompok masyarakat. Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) perempuan termasuk kelompok rentan terhadap masalah kesehatan akibat keterbatasan ruang gerak, kepadatan hunian, minimnya fasilitas kebugaran, serta tekanan psikologis di lingkungan lembaga pemasyarakatan. Dalam perspektif Islam, menjaga kesehatan dipandang sebagai bentuk ikhtiar dan amanah yang harus dijaga oleh setiap muslim. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan tingkat kesakitan pada WBP perempuan di Lapas Perempuan Kelas II Pondok Bambu serta meninjaunya dalam perspektif Islam. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian dilakukan di Lapas Perempuan Kelas II Pondok Bambu Jakarta Timur dengan menggunakan data primer dan sekunder. Sampel berjumlah 78 WBP perempuan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Aktivitas fisik diukur menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), sedangkan tingkat kesakitan diukur berdasarkan frekuensi kunjungan dan catatan medis. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa distribusi tingkat aktivitas fisik WBP relatif seimbang antara kategori rendah (37,2%), sedang (28,2%), dan tinggi (34,6%). Tingkat kesakitan WBP juga bervariasi, dengan proporsi kesakitan rendah sebesar 39,7%, kesakitan sedang 24,4%, dan kesakitan tinggi 35,9%. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan tingkat kesakitan (p < 0,001). WBP dengan tingkat aktivitas fisik tinggi cenderung memiliki tingkat kesakitan yang lebih rendah, sedangkan WBP dengan aktivitas fisik rendah menunjukkan proporsi kesakitan sedang hingga tinggi yang lebih besar. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan tingkat kesakitan pada WBP perempuan. Meskipun secara deskriptif tingkat aktivitas fisik relatif seimbang, aktivitas fisik yang lebih tinggi terbukti berperan sebagai faktor protektif terhadap morbiditas. Dalam perspektif Islam, aktivitas fisik merupakan bagian dari ikhtiar menjaga amanah tubuh dan upaya mewujudkan keseimbangan jasmani dan rohani, sehingga perlu didukung sebagai bagian dari program pembinaan kesehatan di lingkungan lembaga pemasyarakatan
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-7893-FK |
| Uncontrolled Keywords: | Aktivitas fisik, Tingkat kesakitan, Warga Binaan Pemasyarakatan, Lapas Perempuan, Tinjauan Islam |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RC Internal medicine |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 04:36 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 04:36 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/15459 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
