Shaffdika, Kyra Narumi Najwa (2025) HUBUNGAN KARAKTERISTIK DEMOGRAFIS (USIA DAN JENIS KELAMIN) DAN KUALITAS TIDUR DENGAN RISIKO TERJADINYA GERD PADA MASYARAKAT PERKOTAAN RT 001/RW 016 DAN RT 06/RW 006 KELURAHAN CILILITAN, JAKARTA TIMUR DAN TINJAUANNYA MENURUT PANDANGAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
cover_260128_145050.pdf Download (148kB) |
|
|
Text
hal pengesahan_260128_144947.pdf Download (460kB) |
|
|
Text
surat pernyataan_260128_145010.pdf Download (363kB) |
|
|
Text
abstrak_260128_145142.pdf Download (229kB) |
|
|
Text
bab 1_260128_145338.pdf Download (285kB) |
|
|
Text
dafpus_260128_145733.pdf Download (218kB) |
|
|
Text
bab 2_260128_145439.pdf Restricted to Registered users only Download (510kB) |
|
|
Text
bab 3_260128_145506.pdf Restricted to Registered users only Download (275kB) |
|
|
Text
bab 4_260128_145608.pdf Restricted to Registered users only Download (289kB) |
|
|
Text
bab 5_260128_145645.pdf Restricted to Registered users only Download (342kB) |
|
|
Text
bab 6_260128_145706.pdf Restricted to Registered users only Download (230kB) |
|
|
Text
lampiran_260128_145817.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) |
Abstract
Gastro-esophageal reflux disease (GERD) merupakan gangguan penceraan yang ditandai oleh aliran balik asam lambung ke esofagus yang menimbulkan gejala seperti heartburn dan regurgitasi asam. Prevalensi GERD dilaporkan mengalami peningkatan, termasuk di Indonesia dengan angka kejadian pada populasi perkotaan mencapai 9,35%. Risiko terjadinya GERD dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk karakteristik demografis seperti usia dan jenis kelamin. Kualitas tidur yang buruk, yang banyak ditemukan pada masyarakat perkotaan juga diduga berkontribusi terhadap kejadian GERD. Metode: Penelitian ini merupakan peneltian kuantitatif dengan desain cross sectional menggunakan data primer. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang berisikan karakteristik demografis responden, kuesioner kualitas tidur, dan kuesioner penialian GERD. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi square untuk menilai hubungan antarvariabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap risiko terjadinya GERD adalah kualitas tidur (p = 0,004), sedangkan usia (p = 0,451 ) dan jenis kelamin (p = 0,627) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Kualitas tidur yang buruk dapat meningkatkan sensitivitas esofagus terhadap asam lambung sehingga meningkatkan risiko terjadinya GERD. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan risiko terjadinya GERD pada Masyarakat Perkotaan RT 001/RW 016 dan RT 006/RW 006 Kelurahan Cililitan, Jakarta Timur, sementara usia dan jenis kelamin tidak berpengaruh signifikan. Dalam pandangan Islam, menjaga kesehatan merupakan kewajiban setiap individu tanpa memandang usia maupun jenis kelamin, yang dapat diwujudkan melalui penerapan pola makan dan tidur yang teratur sebagai upaya preventif untuk menurunkan kejadian GERD.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-7870-FK |
| Uncontrolled Keywords: | Gastro-esophageal reflux disease, kualitas tidur, karakteristik demografis, usia, jenis kelamin, masyarakat perkotaan |
| Subjects: | Q Science > QC Physics Q Science > QP Physiology R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RC Internal medicine |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 07:30 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 07:30 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/15429 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
