Ambadar, Afra Shamila (2025) ANALISIS DESKRIPTIF INSIDENSI BUNUH DIRI DENGAN CARA GANTUNG DIRI DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK.1 PUSDOKKES POLRI TINJAUAN DATA LIMA TAHUN TERAKHIR DAN TINJAUANNYA MENURUT PANDANGAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
1. COVER dan HALAMAN JUDUL 1102022004.pdf Download (135kB) |
|
|
Text
2. HALAMAN PERSETUJUAN 1102022004.pdf Download (152kB) |
|
|
Text
3. SURAT PERNYATAAN 1102022004.pdf Download (140kB) |
|
|
Text
4. ABSTRAK-ABSTRACT 1102022004.pdf Download (233kB) |
|
|
Text
7. BAB 1 1102022004.pdf Download (238kB) |
|
|
Text
13. DAFTAR PUSTAKA 1102022004.pdf Download (209kB) |
|
|
Text
8. BAB 2 1102022004.pdf Restricted to Registered users only Download (706kB) |
|
|
Text
9. BAB 3 1102022004.pdf Restricted to Registered users only Download (242kB) |
|
|
Text
10. BAB 4 1102022004.pdf Restricted to Registered users only Download (348kB) |
|
|
Text
11. BAB 5 1102022004.pdf Restricted to Registered users only Download (547kB) |
|
|
Text
12. BAB 6 1102022004.pdf Restricted to Registered users only Download (237kB) |
|
|
Text
15. LAMPIRAN 1102022004.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Bunuh diri merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat global dengan angka kejadian yang terus meningkat setiap tahun. Metode gantung diri menjadi salah satu cara bunuh diri yang paling sering ditemukan, termasuk di Indonesia. Pemeriksaan forensik berperan penting dalam mengidentifikasi karakteristik korban, penyebab, serta mekanisme kematian untuk mendukung proses hukum dan pencegahan kasus serupa. Dalam Islam, kehidupan manusia merupakan amanah Allah SWT yang tidak boleh diakhiri dengan sengaja, karena tindakan bunuh diri merupakan dosa besar yang menolak takdir dan rahmat-Nya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan rancangan crosssectional dan pendekatan kualitatif. Data diperoleh secara retrospektif dari rekam medis korban bunuh diri dengan cara gantung diri yang diperiksa di Instalasi Kedokteran Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Tk.1 Pusdokkes Polri selama periode tahun 2020–2024. Variabel yang dikaji meliputi usia, jenis kelamin, karakteristik luka, alat yang digunakan, serta sebab dan mekanisme kematian. Hasil: Sebagian besar korban berjenis kelamin laki-laki dan berada pada kelompok usia produktif. Alat yang paling sering digunakan adalah tali atau bahan serupa yang memberikan tekanan kuat pada leher. Sebagian besar kasus tidak mencantumkan mekanisme kematian secara spesifik, namun pada kasus yang terlapor, penyebab utama kematian adalah asfiksia akibat kompresi leher. Hasil ini sejalan dengan teori forensik yang menyebutkan bahwa kematian pada kasus gantung diri umumnya disebabkan oleh hambatan aliran udara dan darah akibat tekanan pada struktur leher. Kesimpulan: Kasus bunuh diri dengan cara gantung diri masih didominasi oleh laki-laki usia produktif dengan alat jerat berupa tali. Mekanisme kematian terbanyak adalah asfiksia. Dalam pandangan Islam, tindakan bunuh diri merupakan pelanggaran terhadap ajaran agama karena menyalahi prinsip hifz alnafs (perlindungan jiwa) dalam maqasid syariah. Diperlukan upaya peningkatan pencatatan forensik yang lebih lengkap serta pendekatan preventif berbasis spiritual dan kesehatan mental.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-7850-FK |
| Uncontrolled Keywords: | Bunuh Diri, Gantung Diri |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RC Internal medicine |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 20 Jul 2026 03:26 |
| Last Modified: | 20 Jul 2026 03:26 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/15409 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
