Safira, Zakhra (2025) HUBUNGAN METEOROLOGI DENGAN PREVALENSI DBD PADA PUSKESMAS KEBAYORAN BARU JAKARTA SELATAN TAHUN 2018-2024 DAN TINJAUANNYA MENURUT PANDANGAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
1. COVER dan HALAMAN JUDUL.pdf Download (156kB) |
|
|
Text
2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (173kB) |
|
|
Text
3. SURAT PERNYATAAN.pdf Download (167kB) |
|
|
Text
4. ABSTRAK-ABSTRACT.pdf Download (345kB) |
|
|
Text
7. BAB 1.pdf Download (248kB) |
|
|
Text
13. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (243kB) |
|
|
Text
8. BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (538kB) |
|
|
Text
9. BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (229kB) |
|
|
Text
10. BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (483kB) |
|
|
Text
11. BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (240kB) |
|
|
Text
12. BAB 6.pdf Restricted to Registered users only Download (238kB) |
|
|
Text
15. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (245kB) |
Abstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama di Jakarta Selatan. Faktor meteorologi seperti suhu udara, kelembapan, curah hujan, dan kecepatan angin memengaruhi aktivitas nyamuk Aedes aegypti sebagai salah satu vektor utama virus dengue. Dalam pandangan Islam, fenomena iklim merupakan tanda kekuasaan Allah SWT yang mengingatkan manusia untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai tanggung jawab terhadap kesehatan dan kehidupan. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan rancangan cross sectional menggunakan data sekunder. Data kasus DBD diperoleh dari Puskesmas Kebayoran Baru periode 2018-2024, sedangkan data meteorologi dari NASA. Analisis dilakukan dengan uji regresi linier sederhana untuk menilai hubungan faktor meteorologi dengan prevalensi DBD. Hasil: Suhu udara rata-rata dan kecepatan angin menunjukkan indikasi hubungan dengan prevalensi DBD, meskipun tidak signifikan (α > 0,05). Sementara suhu minimum, maksimum, kelembapan, dan curah hujan tidak berhubungan berarti. Peningkatan kasus DBD umumnya terjadi pada bulan dengan curah hujan dan kelembapan tinggi. Simpulan: Terdapat indikasi pengaruh suhu rata-rata dan kecepatan angin terhadap fluktuasi kasus DBD, namun seluruh faktor meteorologi tidak berhubungan signifikan secara statistik. Upaya pencegahan melalui perilaku hidup bersih, pengendalian lingkungan, dan edukasi masyarakat sejalan dengan nilai-nilai Islam dalam menjaga kesehatan (hifz an-nafs).
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-7848-FK |
| Uncontrolled Keywords: | Demam Berdarah Dengue, Meteorologi, Suhu, Kelembapan, Curah Hujan, Kecepatan Angin, NASA, Jakarta Selatan. |
| Subjects: | Q Science > QC Physics R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RC Internal medicine |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 20 Jul 2026 02:55 |
| Last Modified: | 20 Jul 2026 03:11 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/15405 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
