Muttaqien, Tubagus Muhammad Affan El (2025) PREVALENSI PENDERITA DIABETES MELITUS DENGAN KOMPLIKASI KATARAK Di RSU KOTA TANGERANG SELATAN TAHUN 2024 DAN TINJAUANNYA MENURUT PANDANGAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
1. COVER-HALAMAN JUDUL.pdf Download (115kB) |
|
|
Text
2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (157kB) |
|
|
Text
3. SURAT PERNYATAAN.pdf Download (147kB) |
|
|
Text
4. ABSTRAK-ABSTRACT.pdf Download (185kB) |
|
|
Text
7. BAB 1.pdf Download (141kB) |
|
|
Text
13. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (154kB) |
|
|
Text
8. BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (685kB) |
|
|
Text
9. BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (174kB) |
|
|
Text
10. BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (177kB) |
|
|
Text
11. BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (270kB) |
|
|
Text
12. BAB 6.pdf Restricted to Registered users only Download (141kB) |
|
|
Text
15. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (297kB) |
Abstract
Katarak menyebabkan kekeruhan lensa mata dan menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia, terutama pada usia lanjut. Diabetes melitus meningkatkan risiko katarak hingga 2-5 kali lipat karena akumulasi sorbitol dari hiperglikemia yang merusak lensa. Penelitian ini penting karena data lokal terbatas, meski kasus diabetes terus meningkat. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional deskriptif dengan rancangan cross-sectional menggunakan data rekam medis 11.173 pasien katarak di RSU Kota Tangerang Selatan tahun 2024. Sampel total 29 kasus positif diabetes dianalisis berdasarkan usia, jenis kelamin, durasi diabetes, dan status kontrol glukosa (HbA1c). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi diabetes melitus dengan komplikasi katarak mencapai 0,25% dari total 11.173 pasien katarak (29 kasus). Distribusi berdasarkan jenis kelamin menunjukkan laki-laki mendominasi (65,5% atau 19 kasus), dibandingkan perempuan (34,5% atau 10 kasus). Kelompok usia terbanyak adalah 40-50 tahun (48,3%), diikuti 50-60 tahun (31%), sementara usia di bawah 40 tahun hanya 10,3% dan di atas 60 tahun 10,3%. Berdasarkan durasi diabetes, 55,2% pasien menderita 4-6 tahun, 27,6% 1- 3 tahun, dan 17,2% 7-9 tahun. Status kontrol diabetes sebagian besar tidak terkontrol (89,7% dengan HbA1c >7%), hanya 10,3% yang terkontrol baik. Simpulan: Prevalensi diabetes melitus dengan komplikasi katarak di RSU Kota Tangerang Selatan tahun 2024 relatif rendah (0,25%), namun signifikan pada pasien laki-laki, usia produktif 40-50 tahun, durasi diabetes sedang (4-6 tahun), dan kontrol glukosa yang buruk. Hal ini menegaskan diabetes tidak terkontrol sebagai faktor risiko utama katarak melalui jalur sorbitol dan stres oksidatif. Dari pandangan Islam, pencegahan ditekankan melalui pola hidup sehat seperti makan makanan halal-thayyib, menjaga berat badan ideal, dan olahraga rutin.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-7833-FK |
| Uncontrolled Keywords: | Prevalensi, Diabetes Melitus, Komplikasi, Katarak, Distribusi, Usia, Jenis Kelamin, Durasi Diabetes Melitus, Status Diabetes Melitus |
| Subjects: | H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 07:43 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 07:43 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/15391 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
