Hidayat, Tasya (2024) PERBANDINGAN KADAR AMILUM PADA NASI PUTIH BARU MATANG DENGAN NASI PUTIH YANG DISIMPAN DI SUHU RUANG DENGAN BERBAGAI VARIASI WAKTU MENGGUNAKAN UJI IODIDA DAN TINJAUANNYA MENURUT PANDANGAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
1. HALAMAN JUDUL.pdf Download (137kB) |
|
|
Text
2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (300kB) |
|
|
Text
3. SURAT PERNYATAAN.pdf Download (255kB) |
|
|
Text
4. ABSTRAK.pdf Download (131kB) |
|
|
Text
7. BAB I.pdf Download (120kB) |
|
|
Text
13. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (90kB) |
|
|
Text
8. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (226kB) |
|
|
Text
9. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (320kB) |
|
|
Text
10. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (419kB) |
|
|
Text
11. BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (296kB) |
|
|
Text
12. BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (99kB) |
|
|
Text
15. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (6MB) |
Abstract
Diabetes Melitus adalah penyakit metabolik yang memiliki karakteristik kadar glukosa darah yang tinggi. Nasi merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia yang memiliki indeks glikemik yang tinggi dan memiliki kandungan karbohidrat sebagai kandungan terbesar didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nasi yang terbaik untuk dikonsumsi yang berfungsi untuk mencegah diabetes melitus. Metodologi Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental in vitro dengan kelompok sampel nasi putih yang tersimpan 0, 4, 12, dan 24 jam, kemudian sampel diuji kadar amilumnya menggunakan uji iodida dan data dianalisis menggunakan uji T untuk menentukan perbandingan kadar amilum pada nasi putih baru matang dengan nasi putih yang disimpan di suhu ruang menggunakan variasi waktu. Hasil Pada penelitian ini menunjukkan bahwa kadar amilum pada nasi putih yang baru matang sebesar 17,38% lebih tinggi daripada kadar amilum pada nasi putih yang disimpan di suhu ruang dengan variasi waktu 4, 12, dan 24 jam yaitu sebesar 12,76%, 10,31%, dan 9,48%. Kemudian, hasil uji statistik T test didapatkan nilai p<0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar amilum nasi putih yang disimpan di suhu ruang menggunakan berbagai variasi waktu dan nasi putih yang baru matang. Simpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar amilum pada nasi putih yang disimpan di suhu ruang dengan berbagai variasi waktu lebih rendah secara signifikan daripada nasi putih baru matang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nasi putih yang disimpan di suhu ruang lebih baik untuk dikonsumsi karena memiliki kadar amilum yang lebih rendah sehingga baik dikonsumsi bagi tubuh dibandingan dengan mengkonsumsi nasi putih yang baru matang
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-7823-FK |
| Uncontrolled Keywords: | Nasi Putih, Amilum, Suhu Ruang, Uji Iodida, Diabetes Melitus |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc Q Science > Q Science (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 08:28 |
| Last Modified: | 15 Jul 2026 08:28 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/15380 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
