Hasni, Siti (2024) HUBUNGAN PENERAPAN KEBERSIHAN DIRI DENGAN TERJADINYA TINEA KRURIS PADA SANTRI DI PESANTREN RIYADLUL AWAMIL SERANG DAN TINJAUANNYA MENURUT PANDANGAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
1. HALAMAN JUDUL.pdf Download (185kB) |
|
|
Text
2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
3. SURAT PERNYATAAN.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
4. ABSTRAK-ABSTRACT.pdf Download (147kB) |
|
|
Text
11. BAB I.pdf Download (177kB) |
|
|
Text
17. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (139kB) |
|
|
Text
12. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (5MB) |
|
|
Text
13. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (198kB) |
|
|
Text
14. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (195kB) |
|
|
Text
15. BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (231kB) |
|
|
Text
16. BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (131kB) |
|
|
Text
19. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
Abstract
Tinea kruris merupakan salah satu penyakit dermatofitosis yang bermanifestasi pada selangkangan. Penyakit ini dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko seperti kebersihan diri dan lingkungan yang buruk, lingkungan yang padat penduduk, dan obesitas. Kebersihan diri yang buruk dapat mendukung jamur untuk berkembang biak. Dalam Islam, kebersihan sangat diperhatikan mulai dari kebersihan jasmani hingga rohani. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Kebersihan Diri dengan Terjadinya Tinea Kruris pada Santri di Pesantren Riyadlul Awamil Serang. Metode: Penelitian berjenis kuantitatif dengan survei analitik dan rancangan penelitian cross-sectional. Penetapan sampel menggunakan teknik simple random sampling dan jumlah sampel sebanyak 67 santri pesantren Riyadlul Awamil Serang. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juni 2024 dan data didapatkan dari kuesioner yang dicetak dan dibagikan ke responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil: Santri yang memiliki penerapan kebersihan diri yang baik berjumlah 42 orang (62,7%) dan yang buruk sebanyak 25 orang (37,3%). Santri yang terkena tinea kruris berjumlah 15 orang (22,4%) dan 52 orang (77,6%) tidak terkena tinea kruris. Pada penelitian ini didapatkan adanya hubungan antara variabel penerapan kebersihan diri terhadap penyakit tinea kruris pada santri pesantren Riyadlul Awamil Serang (p-value= 0,018) Kesimpulan: Santri yang memiliki penerapan kebersihan diri buruk berjumlah cukup banyak yaitu 25 orang (37,3%). Terdapat hubungan antara kebersihan diri dengan terjadinya penyakit tinea kruris pada santri pesantren Riyadlul Awamil Serang.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-7818-FK |
| Uncontrolled Keywords: | Kebersihan Diri, Tinea Kruris, Santri, Pesantren |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 07:26 |
| Last Modified: | 15 Jul 2026 07:26 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/15372 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
