Search for collections on Universitas YARSI Repository

ASPEK HUKUM TINDAKAN TERMINASI KEHAMILAN PADA JANIN DENGAN THALASSEMIA DI INDONESIA DITINJAU DARI KEDOKTERAN DAN ISLAM

Heriyanto, Alga Montana (2014) ASPEK HUKUM TINDAKAN TERMINASI KEHAMILAN PADA JANIN DENGAN THALASSEMIA DI INDONESIA DITINJAU DARI KEDOKTERAN DAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.

[thumbnail of S 4639 FK_COVER.pdf] Text
S 4639 FK_COVER.pdf

Download (105kB)
[thumbnail of S 4639 FK_LEMBAR PERSETUJUAN.pdf] Text
S 4639 FK_LEMBAR PERSETUJUAN.pdf

Download (120kB)
[thumbnail of S 4639 FK_ABSTRAK.pdf] Text
S 4639 FK_ABSTRAK.pdf

Download (158kB)
[thumbnail of S 4639 FK_BAB 1.pdf] Text
S 4639 FK_BAB 1.pdf

Download (28kB)
[thumbnail of S 4639 FK_DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
S 4639 FK_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (159kB)
[thumbnail of S 4639 FK_BAB 2.pdf] Text
S 4639 FK_BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (646kB)
[thumbnail of S 4639 FK_BAB 3.pdf] Text
S 4639 FK_BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (549kB)
[thumbnail of S 4639 FK_BAB 4.pdf] Text
S 4639 FK_BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (154kB)
[thumbnail of S 4639 FK_BAB 5.pdf] Text
S 4639 FK_BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (86kB)

Abstract

Thalasemia banyak dialami oleh penduduk indonesia. Bahkan hingga saat ini jumlah penderitanya terus bertambah. Banyak studi menunjukan bahwa program pencegahan thalasemia akan lebih menguntungkan dari pada mengobati penderita yang terus bertambah. Maka program pengelolaan penyakit thalasemia seharusnya lebih ditujukan kepada pencegahan lahirnya pasien thalasemia mayor. Salah satu caranya ialah melalui skrining thalasemia yang dilanjutkan dengan diagnosis pranatal. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dalam Pasal 75 (ayat 1) tetap menegaskan bahwa tindakan aborsi dilarang. Pasal 75 (ayat 2) diberlakukan pengecualian, boleh dilakukan tindakan aborsi berdasarkan kedaruratan medis yang dideteksi sejak usia dini kehamilan, dengan salah satu indikasinya menderita penyakit genetik berat dan/atau cacat bawaan, maupun yang tidak dapat diperbaiki sehingga menyulitkan bayi tersebut hidup di luar kandungan. Dalam Pasal 76 (poin a), ditegaskan bahwa aborsi yang akan dilakukan harus sebelum usia kehamilan berumur 6 (enam) minggu sejak haid pertama haid terakhir dan pada Pasal 77 dinyatakan bahwa tindakan aborsi harus dengan syarat bermutu, aman dan bertanggung jawab serta tidak bertentangan dengan norma agama dan peraturan perundangan-undangan. Tujuan umum dari penulisan skripsi ini adalah Mengetahui tentang aspek hukum tindakan terminasi kehamilan pada janin dengan thalasemia di Indonesia ditinjau dari kedokteran dan Islam. Menurut tinjauan Islam, bahwa pengakhiran hidup manusia termasuk tindakan dosa besar. Melakukan aborsi sebelum atau sesudah nafkh al-ruh hukumnya haram, sebagai muslim hendaklah mengikuti aturan Allah dan Rasul-Nya dan pemimpin yang diangkat, dalam arti mengikuti peraturan yang dibuat oleh pemerintah termasuk peraturan dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 75, 76 dan 77. Peraturan tersebut hendaklah diikuti selama peraturan tersebut tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadits, tetapi apabila bertentangan, maka boleh tidak ditaati. kedokteran dan Islam sependapat dalam hal menganjurkan untuk mengambil langkah-lngkah pencegahan lebih baik daripada mengobati termasuk dalam pencegahan Thalassemia.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: S-4639-FK
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
K Law > K Law (General)
R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Depositing User: Mr. Administrator System Admin
Date Deposited: 06 May 2026 07:30
Last Modified: 06 May 2026 07:30
URI: http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/15230

Actions (login required)

View Item View Item