Search for collections on Universitas YARSI Repository

PERBEDAAN TINGKAT CEMAS, TAKUT, DAN NYERI SEBELUM DAN SESUDAH PERAWATAN GIGI PADA PASIEN DI RSU DAN RSGM YARSI

Prameswari, Regytha (2026) PERBEDAAN TINGKAT CEMAS, TAKUT, DAN NYERI SEBELUM DAN SESUDAH PERAWATAN GIGI PADA PASIEN DI RSU DAN RSGM YARSI. Diploma thesis, Universitas YARSI.

[thumbnail of 1. HALAMAN JUDUL.pdf] Text
1. HALAMAN JUDUL.pdf

Download (117kB)
[thumbnail of 3. HALAMAN PENGESAHAN.pdf] Text
3. HALAMAN PENGESAHAN.pdf

Download (351kB)
[thumbnail of 2. PERNYATAAN ORISINALITAS.pdf] Text
2. PERNYATAAN ORISINALITAS.pdf

Download (295kB)
[thumbnail of 5. ABSTRAK.pdf] Text
5. ABSTRAK.pdf

Download (172kB)
[thumbnail of 12. BAB 1.pdf] Text
12. BAB 1.pdf

Download (225kB)
[thumbnail of 17. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
17. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (162kB)
[thumbnail of 13. BAB 2.pdf] Text
13. BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (801kB)
[thumbnail of 14. BAB 3.pdf] Text
14. BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (666kB)
[thumbnail of 15. BAB 4.pdf] Text
15. BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (404kB)
[thumbnail of 16. BAB 5.pdf] Text
16. BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (120kB)
[thumbnail of 18. LAMPIRAN.pdf] Text
18. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (68MB)

Abstract

Latar belakang: Kecemasan merupakan respons psikologis yang umum dialami individu, termasuk dalam konteks perawatan gigi, dan dapat memengaruhi perilaku serta pengalaman pasien selama tindakan medis. Perbedaan antara rasa takut dan kecemasan terletak pada kejelasan penyebabnya, di mana kecemasan sering muncul tanpa alasan spesifik dan dapat dipengaruhi oleh pengalaman sebelumnya, persepsi terhadap nyeri, karakteristik pribadi, serta faktor lingkungan. Dalam bidang kedokteran gigi, prosedur seperti skeling ultrasonik dan restorasi gigi sering memicu kecemasan karena faktor suara alat, getaran, sensasi nyeri, maupun ketidakpastian prosedur. Tingkat kecemasan juga berkaitan dengan persepsi nyeri, di mana pasien yang lebih cemas cenderung merasakan nyeri lebih tinggi. Pengukuran kecemasan dapat dilakukan melalui laporan diri, indikator fisiologis, dan observasi perilaku, dengan kuesioner sebagai metode yang umum digunakan untuk menilai pengalaman subjektif pasien. Kesehatan gigi dan mulut berperan penting dalam kesehatan umum, sementara penyakit periodontal dan karies masih memiliki prevalensi tinggi sehingga memerlukan perawatan seperti skeling dan restorasi. Dalam perspektif Islam, menjaga kesehatan merupakan bagian dari amanah, dan rasa takut atau cemas dipandang sebagai bagian dari fitrah manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan tingkat kecemasan pada pasien yang menjalani perawatan skeling ultrasonik dan restorasi gigi guna meningkatkan pemahaman serta strategi manajemen kecemasan dalam praktik kedokteran gigi. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat cemas, takut, dan nyeri pada pasien sebelum dan sesudah perawatan gigi, serta tinjauannya menurut perspektif Islam. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian analitik deskriptif dengan desain crosssectional. Jumlah responden sebanyak 32 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner VAS-Anxiety, kuesioner SFSI, dan kuesioner VAS-Pain, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Jumlah responden sebanyak 32 orang, didominasi perempuan (65,6%) dengan rata-rata usia 33,93 tahun. Diagnosis terbanyak adalah gingivitis (28,1%) dan jenis perawatan paling banyak dilakukan adalah scaling (53,1%). Hasil uji normalitas menunjukkan nilai p < 0,001 sehingga data berdistribusi tidak normal dan dianalisis menggunakan uji non-parametrik. Rata-rata skor takut dan cemas mengalami penurunan setelah perawatan baik pada kelompok scaling maupun restorasi. Skor nyeri meningkat saat tindakan dibanding sebelum perawatan, namun menurun kembali setelah perawatan selesai. Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat perbedaan tingkat cemas, takut, dan nyeri sebelum dan sesudah perawatan gigi. Kesimpulan: Terdapat perbedaan tingkat cemas, takut, dan nyeri pasien sebelum dan sesudah perawatan gigi. Secara umum, tingkat kecemasan dan rasa takut menurun setelah perawatan, sedangkan nyeri meningkat saat tindakan namun menurun kembali setelah perawatan selesai. Hal ini menunjukkan bahwa perawatan gigi berpengaruh terhadap kondisi psikologis dan persepsi nyeri pasien.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: S-401-KG
Uncontrolled Keywords: Kecemasan, Rasa Takut, Nyeri, Skeling, Restorasi
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
L Education > L Education (General)
R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RK Dentistry
Depositing User: Mr. Administrator System Admin
Date Deposited: 04 May 2026 06:54
Last Modified: 04 May 2026 06:54
URI: http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/15217

Actions (login required)

View Item View Item