Search for collections on Universitas YARSI Repository

ANALISIS KELARUTAN MEDIKAMEN INTRAKANAL TERHADAP PENETRASI KE LESI PERIAPIKAL: PENDEKATAN PEMODELAN KOMPUTASIONAL

Taufik, Muhammad Alfatih (2025) ANALISIS KELARUTAN MEDIKAMEN INTRAKANAL TERHADAP PENETRASI KE LESI PERIAPIKAL: PENDEKATAN PEMODELAN KOMPUTASIONAL. Diploma thesis, Universitas YARSI.

[thumbnail of 01. COVER.pdf] Text
01. COVER.pdf

Download (191kB)
[thumbnail of 05. HALAMAN PENGESAHAN.pdf] Text
05. HALAMAN PENGESAHAN.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of 02 HALAMAN PERNYATAAN.pdf] Text
02 HALAMAN PERNYATAAN.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of 06. ABSTRAK.pdf] Text
06. ABSTRAK.pdf

Download (183kB)
[thumbnail of 09. BAB I.pdf] Text
09. BAB I.pdf

Download (274kB)
[thumbnail of 14. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
14. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (206kB)
[thumbnail of 10. BAB II.pdf] Text
10. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (633kB)
[thumbnail of 11. BAB III.pdf] Text
11. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (517kB)
[thumbnail of 12. BAB IV.pdf] Text
12. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (635kB)
[thumbnail of 13. BAB V.pdf] Text
13. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (217kB)
[thumbnail of 15. LAMPIRAN.pdf] Text
15. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Latar belakang: Lesi periapikal merupakan infeksi yang terjadi akibat penyebaran bakteri dari jaringan pulpa yang nekrotik dan menjadi salah satu penyebab utama kegagalan perawatan saluran akar. Salah satu faktor penting dalam keberhasilan perawatan endodontik adalah penggunaan medikamen intrakanal yang efektif dalam mengeliminasi mikroorganisme. Efektivitas bahan ini dipengaruhi oleh kelarutan dan kemampuannya menembus jaringan periapikal. Tujuan: Menganalisis kelarutan berbagai jenis medikamen intrakanal terhadap penetrasi ke lesi periapikal menggunakan pendekatan pemodelan komputasional COSMO-RS serta meninjau hasilnya berdasarkan pandangan Islam. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain crosssectional yang dilakukan secara in silico. Sampel berupa struktur kimia dari delapan kelompok medikamen intrakanal (minyak esensial, senyawa fenol, aldehida, kalsium hidroksida, halogen, chlorhexidine gluconate, antibiotik, dan kombinasi kortikosteroid–antibiotik) yang diperoleh melalui database PubChem. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak COSMO-RS dan diuji secara statistik dengan independent t-test serta one-way ANOVA. Hasil: Terdapat perbedaan bermakna (p < 0,05) antara kelarutan seluruh medikamen intrakanal dan terdapat perbedaan kelarutan medikamen intrakanal pada suhu 36°C dan 37°C. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan suhu fisiologis rongga mulut berpengaruh terhadap kelarutan dan efektivitas medikamen. Fenol menunjukkan tingkat kelarutan dan penetrasi paling tinggi terhadap lesi periapikal dibandingkan golongan lainnya. Sedangkan, kelarutan terendah dihasilkan oleh chlorhexidine. Kesimpulan: Kelarutan dan penetrasi medikamen intrakanal berhubungan erat dengan efektivitas penyembuhan lesi periapikal, dan penggunaan pendekatan pemodelan komputasional dapat menjadi alternatif analisis awal dalam menentukan bahan medikamen yang optimal. Selain itu, perbedaan sifat kelarutan yang dipengaruhi faktor seperti suhu mencerminkan ketetapan Allah SWT atas ciptaanNya (bi-qadar), yang memberikan hikmah bagi manusia dalam memahami dan memanfaatkan karakteristik setiap zat untuk meningkatkan keberhasilan perawatan endodontik.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: S-389-KG
Uncontrolled Keywords: COSMO-RS, kelarutan, lesi periapikal, medikamen intrakanal, pemodelan komputasional
Subjects: L Education > L Education (General)
R Medicine > RK Dentistry
R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine
R Medicine > RX Homeopathy
Depositing User: Mr. Administrator System Admin
Date Deposited: 14 Apr 2026 11:42
Last Modified: 14 Apr 2026 11:42
URI: http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/15140

Actions (login required)

View Item View Item