Astuti, Wahyu Puji (2014) PERBEDAAN KECERDASAN EMOSI PADA REMAJA BERDASARKAN POLA KELEKATAN DENGAN ORANGTUA DAN TINJAUANNYA DALAM ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
COVER.pdf Download (131kB) |
|
|
Text
LEMBAR PENGESAHAN S-64.pdf Download (189kB) |
|
|
Text
LEMBAR PERNYATAAN S-64.pdf Download (140kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (221kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (574kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (354kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (478kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (524kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (677kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (596kB) |
|
|
Text
BAB 6.pdf Restricted to Registered users only Download (238kB) |
Abstract
Masa remaja merupakan masa yang sangat penting dalam rentang kehidupan manusia (Alhamhari & Fakhrurrozi, 2009). Hermasanti (2009) mengatakan agar remaja dapat melewati masa storm and stress dengan baik, remaja hendaknya memiliki kecerdasan emosi. Kecerdasan emosi adalah suatu kemampuan dalam diri yang mengarah pada upaya untuk mengenali, memahami dan mewujudkan emosi dalam porsi yang tepat dan upaya untuk mengelola emosi agar terkendali dan dapat memanfaatkan untuk memecahkan masalah kehidupan terutama terkait dengan hubungan antar manusia (Goleman, 2009). Salah satu faktor yang mempengaruhi kecerdasan emosi adalah lingkungan keluarga (Goleman, 2009). Lestari (1997) menyatakan bahwa kelekatan pada orang tua menjadi suatu langkah awal dalam proses perkembangan kecerdasan emosi remaja. Selama dekade terakhir dinyatakan bahwa pola kelekatan antara anak dan orangtua memiliki hubungan dengan kemampuan individu dalam kecerdasan emosinya (Collins, 1996, Kobak dan Sceery, 1988, Mikulincer dan Florian 2001, Rholes, Simpson dan Stevens, 1998 dalam Hamarta et al, 2009). Ainsworth (dalam Cassidy, 1999) mengatakan bahwa kelekatan adalah ikatan emosional yang terjalin antara pengasuh/orangtua dengan anak yang didasarkan atas pengalaman dengan pengasuh di tahun-tahun awal kehidupan dan dapat berkembang selama rentang kehidupan. Kecerdasan emosional dalam Islam tercermin dalam pendidikan akhlak (Agustian dalam Talibo 2005). Islam menyatakan bahwa orangtua dapat mengembangkan fitrah yang dimiliki oleh anak dalam hal kecerdasan emosi melalui pengasuhan dan kasih sayang yang diberikan pada anak (Suryanto, 2014). Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kecerdasan emosi pada remaja yang dilihat berdasarkan pola kelekatan yang dialami oleh remaja dengan orangtua. Subjek penelitian berjumlah 200 orang remaja Jakarta dengan rentang usia 11-18 tahun. Pada penelitian ini menggunakan alat ukur kecerdasan emosi dan pola kelekatan yang disusun oleh peneliti. Penelitian ini menggunakan uji Anova Satu Jalur dengan hasil yang menunjukkan nilai F = 16,169 dan p = 0,000 (p < 0,05) yang berarti bahwa terdapat perbedaan kecerdasan emosi yang signifikan pada remaja berdasarkan pola kelekatan dengan orangtua.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-64-PSI |
| Uncontrolled Keywords: | Kecerdasan Emosi, Remaja, Pola Kelekatan |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology R Medicine > RJ Pediatrics R Medicine > RJ Pediatrics > RJ101 Child Health. Child health services |
| Depositing User: | Mr. Administrator System Admin |
| Date Deposited: | 27 Jan 2026 04:51 |
| Last Modified: | 27 Jan 2026 06:32 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/14941 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
