Purwakusuma, Anindya Emiraryanti (2024) HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN TEKANAN INTRAOKULAR DAN TINJAUANNYA MENURUT PANDANGAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
01. COVER.pdf Download (44kB) |
|
|
Text
02. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (395kB) |
|
|
Text
03. SURAT PERNYATAAN.pdf Download (162kB) |
|
|
Text
04. ABSTRAK.pdf Download (242kB) |
|
|
Text
10. BAB I.pdf Download (311kB) |
|
|
Text
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (427kB) |
|
|
Text
11. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (772kB) |
|
|
Text
12. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (431kB) |
|
|
Text
13. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (872kB) |
|
|
Text
14. BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (615kB) |
|
|
Text
15. BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (307kB) |
|
|
Text
18. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah sama dengan atau lebih dari 140/90 milimeter air raksa (mmHg). Hipertensi okular adalah peningkatan tekanan intraokular melebihi 21 mmHg tanpa disertai kelainan diskus optikus atau lapang pandang, dan tanpa indikasi kerusakan terkait glaukoma. Sekitar 10% orang dengan hipertensi okular berpotensi mengalami glaukoma, salah satu penyebab utama kebutaan, dalam jangka waktu 10 tahun. Tujuan: Tujuan umum penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tekanan darah dengan tekanan intraokular dan hipertensi dengan hipertensi okular. Metodologi: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional menggunakan data sekunder yang berasal dari rekam medis pasien poli mata Rumah Sakit X Jakarta periode Januari–Maret 2023. Hasil: Berdasarkan 74 data yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, didapatkan prevalensi hipertensi sebanyak 30 orang (41%), dengan 19 orang (26%) di antaranya berjenis kelamin perempuan dan 11 orang (15%) berusia 70–79 tahun. Prevalensi hipertensi okular adalah 17 orang (23%), dengan sebanyak 10 orang (14%) di antaranya berjenis kelamin perempuan dan 9 orang (12%) berusia 60–69 tahun. Hasil analisis hubungan antara tekanan darah dengan tekanan intraokular menggunakan uji Chi-Square menunjukkan p-value sebesar 0.004 (p < α = 0.05). Hasil uji Spearman menunjukkan korelasi antara tekanan darah sistolik dengan tekanan intraokular dextra (r = 0.395; p = 0.001) dan sinistra (r = 0.290; p = 0.012), serta tekanan darah diastolik dengan tekanan intraokular dextra (r = 0.234; p = 0.045) dan sinistra (r = 0.230; p = 0.049). Simpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara tekanan darah dengan tekanan intraokular, di mana peningkatan tekanan darah berpotensi meningkatkan tekanan intraokular.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-7819-FK |
| Uncontrolled Keywords: | Tekanan darah, hipertensi, tekanan intraokular, hipertensi okular |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RC Internal medicine R Medicine > RE Ophthalmology R Medicine > RZ Other systems of medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Anindya Purwakusuma |
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 07:33 |
| Last Modified: | 15 Jul 2026 07:33 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/14320 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
