Audina, Nadia (2025) HUBUNGAN ANTARA TINGKAT DENTAL ANXIETY DENGAN PERSEPSI PAINLESS DENTISTRY PADA SISWA USIA 10 – 12 TAHUN DI SEKOLAH DASAR NEGERI 03 CEMPAKA PUTIH BARAT. Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
01. COVER.pdf Download (84kB) |
|
|
Text
03. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
02. HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
07. ABSTRAK.pdf Download (87kB) |
|
|
Text
09. BAB 1.pdf Download (203kB) |
|
|
Text
14. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (181kB) |
|
|
Text
10. BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (454kB) |
|
|
Text
11. BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (116kB) |
|
|
Text
12. BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (553kB) |
|
|
Text
13. BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (84kB) |
|
|
Text
15. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Latar belakang: Tingginya prevalensi masalah gigi dan mulut di Indonesia serta banyak masyarakat yang tidak memilih untuk berobat dan melakukan kunjungan berkala ke dokter gigi menjadi masalah yang cukup serius. Rendahnya angka kunjungan ke dokter gigi dapat disebabkan oleh banyak hal, salah satunya karena dental anxiety yang kerap hadir pada pasien, terutama pasien anak. Banyaknya kendala dalam perawatan gigi terkait dental anxiety yang berpengaruh pada kunjungan ke dokter gigi dan keberlangsungan perawatan, untuk mengatasi hal tersebut dewasa ini dalam praktik kedokteran gigi anak dikenal istilah painless dentistry. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan siswa SD Negeri 03 Cempaka Putih Barat yang berusia 10-12 tahun, dengan total sampel sebanyak 258 siswa dari sembilan kelas. Pengumpulan data dilakukan menggunakan 8 pertanyaan MCDAS untuk mengukur tingkat kecemasan gigi (dental anxiety) dan 25 pertanyaan terkait persepsi painless dentistry untuk memahami penanganan kecemasan gigi berdasarkan metode painless dentistry. Waktu pengisian kuesioner rata-rata 30 menit, dilakukan secara serentak dengan panduan dari peneliti menggunakan proyektor untuk menampilkan pertanyaan. Peneliti membimbing pengisian dengan menanyakan setiap pertanyaan satu per satu secara langsung. Peneliti juga menjawab pertanyaan dari responden jika ada hal yang kurang dipahami, dan memeriksa ulang kuesioner setelah selesai untuk memastikan tidak ada jawaban yang terlewat atau ganda. Hasil: Tingkat dental anxiety siswa usia 10 – 12 tahun di Sekolah Dasar Negeri 03 Cempaka Putih Barat menunjukkan dua kategori, yaitu “Tidak Cemas” (82,2%) dan kategori cemas (17,8%). Tingkat persepsi painless dentistry siswa usia 10 – 12 tahun di Sekolah Dasar Negeri 03 Cempaka Putih Barat yang paling efektif dengan nilai rerata terkecil (1,28) dalam persepsi persepsi painless dentistry siswa usia 10 – 12 tahun adalah menunggu di klinik gigi sambil menonton film/ video dapat membuat santai. Tingkat persepsi painless dentistry siswa usia 10 – 12 tahun di Sekolah Dasar Negeri 03 Cempaka Putih Barat dengan persepsi rerata terbesar pada pertanyaan nomor 12 (Penggunaan alat suntik yang kecil dapat mengurangi rasa takut, cemas dan nyeri) dalam kategori nonfarmakologi dengan skor 2,71. Kesimpulan: Dental anxiety pada anak usia 10 sampai 12 tahun terdapat beberapa variabel yang memiliki hubungan dan tidak terdapat hubungan dengan persepsi painless dentistry yang terdiri atas faktor internal dan eksternal (farmakologi, nonfarmakologi, dan umum).
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-398-KG |
| Uncontrolled Keywords: | Painless dentistry, Dental anxiety, cross sectional |
| Subjects: | L Education > L Education (General) R Medicine > RJ Pediatrics R Medicine > RK Dentistry |
| Depositing User: | Nadia Audina |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 11:14 |
| Last Modified: | 22 Apr 2026 11:14 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/14260 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
