Vergian, Dwiky Anantya (2022) HUBUNGAN GULA DARAH SAAT MASUK RUMAH SAKIT DENGAN KEJADI PNEUMONIA PADA PASIEN RAWAT INAP COVID-19 DI RUMAH SAKIT JAKARTA PERIODE MARET – DESEMBER 2020 DAN TINJAUANNYA MENURUT PANDANGAN ISLAM. Diploma thesis, Universitas YARSI.
|
Text
1. COVER.pdf Download (245kB) |
|
|
Text
2. LEMBAR PENGESAHAN_.pdf Download (203kB) |
|
|
Text
3. SURAT PERNYATAAN_.pdf Download (157kB) |
|
|
Text
5. ABSTRAK DAN KATA KUNCI.pdf Download (412kB) |
|
|
Text
10. BAB I.pdf Download (258kB) |
|
|
Text
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (320kB) |
|
|
Text
11. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (901kB) |
|
|
Text
12. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (587kB) |
|
|
Text
13. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (317kB) |
|
|
Text
14. BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (471kB) |
|
|
Text
15. BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (277kB) |
|
|
Text
19. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (251kB) |
Abstract
Latar Belakang: Organ paru – paru merupakan salah satu yang memiliki reseptor angiotensin converting enzyme 2 (ACE2) dalam jumlah yang banyak, sehingga terdapat gejala pada paru – paru akibat infeksi virus SARS-CoV-2 . Hasil radiologi dari COVID-19 secara umum yaitu menunjukkan gambaran pneumonia. Penyakit kronis diabetes mellitus menjadi salah satu penyakit yang menjadi faktor risiko utama terjadinya COVID-19. Hal ini disebabkan karena pada penyandang diabetes mengalami hiperglikemia, gangguan fungsi kekebalan, komplikasi vaskular dan penyakit penyerta. Selain itu, diabetes mellitus juga dapat memperburuk kondisi dari COVID-19 akibat adanya respon disfungsional dari sitokin pro-inflamasi pada pasien diabetes mellitus. Sehingga pasien COVID-19 dengan diabetes memiliki distribusi lesi paru bilateral yang lebih luas dibandingkan dengan kelompok lain. Metodologi: Data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan data sekunder dengan jenis data kuantitatif. Sumber data penelitian diambil dari data pasien yang terdiagnosis COVID-19 di Rumah Sakit Jakarta Periode Maret - Desember 2020 yang sudah memenuhi kriteria inklusi penelitian. Hasil: Didapatkan bahwa pada pasien COVID-19 dengan diabetes mayoritas mengalami pneumonia sebanyak 25 pasien (69,64%) dan pada pasien COVID-19 tanpa diabetes juga didapatkan mayoritas mengalami pneumonia sebanyak 79 pasien (51,3%). Kesimpulan: Dengan merujuk kepada hasil analisis statistik nilai p yang dihasilkan yaitu 0,075 yang membuktikan tidak adanya hubungan yang signifikan antara gula darah dengan kejadian pneumonia pada pasien COVID-19 di Rumah Sakit Jakarta periode Maret – Desember 2020.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | S-7727-FK |
| Uncontrolled Keywords: | Diabetes mellitus, Pneumonia, COVID-19 |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine R Medicine > RC Internal medicine |
| Depositing User: | Dwiky Vergian |
| Date Deposited: | 31 Jul 2026 08:13 |
| Last Modified: | 31 Jul 2026 08:13 |
| URI: | http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/13621 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
