Search for collections on Universitas YARSI Repository

FORMULASI DAN UJI KARAKTERISTIK SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL LIDAH BUAYA (ALOE VERA)

Rahman, Bintang Aulia (2022) FORMULASI DAN UJI KARAKTERISTIK SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL LIDAH BUAYA (ALOE VERA). Diploma thesis, Universitas YARSI.

[img]
Preview
Text
01. COVER.pdf

Download (77kB) | Preview
[img]
Preview
Text
02. LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (233kB) | Preview
[img]
Preview
Text
03. LEMBAR PERNYATAAN.pdf

Download (195kB) | Preview
[img]
Preview
Text
04. ABSTRAK.pdf

Download (70kB) | Preview
[img]
Preview
Text
11. BAB I.pdf

Download (168kB) | Preview
[img]
Preview
Text
17. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (256kB) | Preview
[img] Text
12. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (238kB)
[img] Text
13. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (121kB)
[img] Text
14. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (214kB)
[img] Text
15. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (262kB)
[img] Text
16. BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (64kB)
[img] Text
19. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (224kB)

Abstract

Lidah buaya (Aloe vera) sudah dimanfaatkan secara empiris sebagai obat luka karena mengandung accemanans, glukomanan, lignin, vitamin A, vitamin C, enzim dan asam amino. Senyawa yang terkandung dalam tanaman ini dapat meningkatkan kapasitas regeneratif sel epidermis dan membentuk pembuluh darah baru untuk mempercepat penyembuhan dan menutup luka. Kandungan kimia lidah buaya dapat diolah menjadi gel yang aplikatif. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efektivitas gel ekstrak lidah buaya dinilai dari parameter uji organoleptik, uji homogenitas dan uji daya sebar. Lidah buaya di ekstrak dengan etanol dan dicampur dengan basis gel yang diformulasikan dari purified water, polyacrylate crosspolymer, phenoxyethanol dan ethylhexylglycerine. Gel ekstrak etanol dibuat dua macam, formula A dibuat dengan ekstrak yang didiamkan selama 1 bulan sebelum diformulasikan, sedangkan formula B ekstrak langsung diformulasikan setelah terbentuk. Kedua jenis gel di buat menjadi 3 dosis yaitu 5, 10 dan 15 % untuk mencari kualitas terbaik. Kedua formula dengan tiga dosis dibandingkan melalui uji organoleptis, homogenitas dan daya sebar. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil formula B lebih baik dibandingkan hasil formula A. Formula B menunjukan perbedaan hasil pada setiap konsentrasinya, tetapi yang memiliki hasil terbaik ditunjukkan oleh dosis 5%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa formulasi terbaik adalah gel ekstrak etanol formula B dengan dosis 5 %.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: S-6842-FK
Uncontrolled Keywords: formulasi, organoleptik, homogenitas, daya sebar, gel ekstrak Aloe vera
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine
Depositing User: Bintang Rahman
Date Deposited: 15 Mar 2023 02:28
Last Modified: 15 Mar 2023 02:28
URI: http://digilib.yarsi.ac.id/id/eprint/11029

Actions (login required)

View Item View Item